Permasalahan Yang Sering Terjadi Di Klinik Aborsi

Klinik aborsi jakarta merupakan klinik aborsi yang sangat ramai dikunjungi oleh pasien dari berbagai daerah dalam negeri maupun dari luar negeri. Karena klinik aborsi jakarta adalah klinik aborsi yang direkomendasikan untuk melakukan kuretase. Klinik dengan pelayanan yang baik, ditangani oleh dokter spesialis kandungan yang berpengalaman, alat alat medis yang steril dan tingkat keberhasilan yang tinggi.

Tapi disamping itu masih ada kendala ataupun permasalahan yang sering terjadi pada situasi tertentu. Dalam hal ini harus diketahui apa apa saja yang penting dilakukan sebelum dan sesudah melakukan kuretase di klinik aborsi jakarta. Itulah sebabnya untuk para pasien agar selalu berkonsultasi dulu melalui nomor telepon yang sudah disediakan.

 

Inilah permasalahan yang sering terjadi di klinik aborsi jakarta  

  1. Tidak mengikuti prosedur klinik aborsi jakarta

Ada beberapa prosedur yang sudah ditetapkan di klinik aborsi jakarta yang harus diikuti oleh pasien agar pelaksanan kuretase bisa dilakukan segera dengan hasil yang baik. Informasi itu bisa didapat pasien ketika berkonsultasi melalui telepon dengan pihak klinik. Melalui telepon customer service (cs) klinik akan menjelaskan apa apa saja yang harus dilakukan sebelum berkunjung ke klinik aborsi.

Penjelasan dari cs klinik tersebut sangat berguna agar pasien bisa mempersiapkan diri dari rumah. Karena kalau datang tanpa konsultasi terlebih dahulu akan berpotensi tidak akan dilakukan tindakan. Sehingga sering terjadi salah paham antara pasien dengan pihak klinik aborsi jakarta. Hal ini untuk menghindari agar pasien tidak sia sia datang berobat mengingat jarak klinik dengan rumahnya mungkin sangat jauh apalagi dari luar kota.

Misalnya pasien datang berkunjung untuk memastikan saja dan melihat lihat kondisi klinik. Dalam hal ini klinik aborsi jakarta tidak akan melayani bahkan untuk konsultasi saja selain pasien yang sudah bersedia dan siap untuk dilakukan tindakan kuretase. Untuk konsultasi silahkan melalui telepon dan apabila sudah bersedia silahkan datang ke klinik untuk pemeriksaan selanjutnya dan segera dilakukan kuretase.

 

2. Tidak yakin dengan hasil pemeriksaan/diagnosis

Dalam kunjungan pasien ke klinik aborsi jakarta selalu diawali dengan pendaftaran. Setelah itu pasien diarahkan ke ruang periksa. Di dalam ruangan ini dokter dan perawat telah siap untuk melakukan pemeriksaan terhadap pasien. Mulai dari konsultasi/anamnese, pemeriksaan fisik untuk mengetahui kondisi umum dan pemeriksaan kehamilan dengan cara penekanan di perut ataupun melalui USG.

Setelah selesai dilakukan pemeriksaan maka akan ada hasil/diagnosis yang diinformasikan oleh dokter terhadap pasien. Dalam hal ini yang sering jadi permasalahan adalah besarnya kehamilan atau usia kehamilan. Sering kali terjadi hasil USG tidak diterima oleh pasien. Karena pasien tersebut merasa dia bulan lalu masih mendapatkan haid. Sementara berdasarkan hasil USG dokter mengatakan kehamilan sudah 2bulan bahkan lebih. Sehingga pasien berpendapat dokter mengada ada padahal tidaklah demikian. Karena dokter juga mengatakan diagnosisnya berdasarkan hasil Usg. Bukan pendapat atau pemeriksaan manual saja. Dan monitor Usg sama sama dilihat oleh pasien dan dokter.

Kenapa ini bisa terjadi? Hal ini bisa terjadi karena kebanyakan pasien salah dalam menghitung usia kehamilannya sendiri. Wanita sering menghitung usia kehamilan dari tanggal atau hari pertama dia tidak mendapat haid lagi. Bahkan dia sering menghitung sejak dia melakukan hubungan suami isri. Padahal teori atau pedoman yang benar adalah tanggal atau hari pertama sejak dia haid terakhir disingkat dengan HPHT (Hari Pertama Haid Terakhir).

Agar tidak bingung singkatnya seperti ini: – Jika bulan ini adalah bulan pertama tidak haid, itu berarti usia kehamilan sudah 1 bulan – Jika bulan lalu adalah haid terakhir, maka dari hari pertama haid itulah hari pertama kehamilan

 

3. Ditolak oleh dokter

Mengapa ada istilah ditolak oleh dokter? Apakah tidak seharusnya dokter menolong pasiennya? Hal ini bisa terjadi karena beberapa faktor. Berdasarkan pemeriksaan kondisi umum yang dilakukan oleh dokter sering ditemukan resiko bila dilakukan aborsi. Misalnya pasien dengan keluhan sudah menderita infeksi rahim sehinga terjadi flek atau pendarahan, demam tinggi dan sepsis. Kondisi ini sering terjadi akibat pasien tersebut sudah mencoba berusaha sendiri untuk menggugurkan kandungannya sebelum datang ke klinik aborsi jakarta. Dalam kondisi ini tidak mungkin dilakukan kuretase saat itu juga karena resiko rahim bocor bisa terjadi. Solusinya adalah pasien tersebut harus dirawat intensif di rumah sakit yang lebih memadai.

Untuk kondisi yang lain seperti hasil Usg ditemukan tumor dalam rahim. Sehingga kuretase juga tidak mungkin dilakukan karena akan meningkatkan perkembangan tumor tersebut. Untuk ini pasien disarankan untuk segera dioperasi di rumah sakit yang lebih memadai. Ada juga pasien yang ditolak oleh dokter karena usia kehamilannya yang sudah sangat besar. Ini sering terjadi karena pasien tersebut tidak menyadarinya atau tidak merasakan adanya tanda tanda kehamilan dalam dirinya.

Dan masih banyak lagi kondisi yang menyebabkan dokter spesialis kandungan menolak pasien yang ingin melakukan kuretase di klinik aborsi jakarta. Seperti penyakit berat yang sudah di derita pasien tersebut dan lain lain.

 

  4. Tidak bersedia dilakukan kuretase

Pasien yang datang berobat ke klinik aborsi jakarta harusnya konsultasi terlebih dahulu. Agar setelah sampai di klinik langsung bisa dilakukan kuretase setelah diperiksa oleh dokter. Itu artinya pasien tersebut telah mengikuti prosedur di klinik. Namun sering kali terjadi pasien malah tidak mau dilakukan tindakan aborsi bahkan diperiksa juga tidak mau.

Hal ini sering terjadi karena pasien tersebut tidak dalam kondisi siap mental sebelum datang berobat. Mungkin ada yang menyuruhnya atau memaksanya untuk melakukan tindakan kuretase walau dia tidak bersedia. Pasien sering terlihat berdiam diri tidak mau masuk ruangan periksa bahkan ada yang lari ketakutan.

Perlu diketahui bahwa untuk itulah perlunya konsultasi melalui telepon agar pasien bisa mempersiapkan diri dari rumah sebelum datang ke klinik aborsi jakarta.

 

  5. Tidak cukup dana atau biaya aborsi

Dalam hal ini pasien sering menganggap bahwa biaya aborsi atau biaya kuret adalah sama. Sehingga dia membawa dana tanpa memahami bahwa biaya aborsi adalah berbeda beda. Ada beberapa faktor yang menyebabkan harga aborsi berbeda beda. Biaya pasti kuret bisa ditentukan setelah dilakukan pemeriksaan. Saat konsultasi melalui telepon cs klinik aborsi jakarta akan menjelaskan gambaran berapa tarif aborsi. Sehingga pasien tahu untuk menyiapkan dana yang dibutuhkan nanti saat berobat ke klinik aborsi jakarta.

  Biaya yang dibutuhkan di klinik aborsi jakarta adalah: – Biaya pendaftaran dan pemeriksaan Usg – Biaya tindakan oleh dokter spesialis kandungan – Biaya anestesi/bius (bius lokal atau total) Faktor yang membedakan tarif aborsi atau tarif kuret: – Usia kehamilan: semakin besar semakin mahal. – Jenis anestesi: anestesi total lebih mahal daripada anestesi lokal. – Tingkat kesulitan: adanya perlengketan pada dinding rahim akibat mengkonsumsi obat aborsi. – Faktor resiko: pasien dengan bekas caesar, pasien dengan kista di rahim, riwayat hypertensi, pasien terlalu tua atau terlalu muda – Dan lain lain.   6. Keluhan setelah pulang dari klinik aborsi jakarta

Setiap pasien yang sudah selesai tindakan di klinik aborsi jakarta akan diberitahu apa apa saja yang perlu dihindari selama masa pemulihan. Biasanya pasien disarankan kontrol ulang seminggu kemudian setelah tindakan. Keluhan sering kali terjadi karena larangan tersebut tidak dilakukan atau dilupakan. Keluhan yang sering terjadi adalah perut sakit dan sering mengeluarkan flek darah yang banyak. Keluhan tersebut sering terjadi karena melakukan kegiatan berat atau bahkan langsung melakukan hubungan suami istri setelah tindakan kuretase.

Keluhan setiap pasien akan berbeda beda tergantung diagnosa masing masing saat pemeriksaan awal sebelum dilakukan kuretase. Tetapi lebih banyak pasien yang tidak ada keluhan setelah tindakan kuretase dilakukan. Namun semua keluhan akan bisa diatasi bila segera konsultasi dengan dokter atau periksa ulang langsung di klinik aborsi jakarta.

 

Untuk menghindari keluhan itulah semua saran dokter harus dilakukan. Di klinik akan dijelaskan berapa lama istirahat atau puasa dalam hubungan intim demi mempercepat pemulihan. Semuanya akan menjadi tanggung jawab dokter kandungan di klinik aborsi jakarta sampai pasien dinyatakan sehat 100%.

  Diposting oleh: Klinik Raden Saleh

 

082211999000 (Konsultasi)

085711999000 (Konsultasi)

Whatsapp (Daftar)